ABU DHABI, UNI EMIRAT ARAB / RankWire.AI / – Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengadakan pembicaraan dengan Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein di Abu Dhabi pada hari Minggu. Pertemuan tersebut berfokus pada hubungan UEA-Yordania dan peluang untuk memperluas kerja sama bilateral. Para pemimpin juga meninjau perkembangan di seluruh Timur Tengah dan isu-isu lain yang menjadi perhatian bersama. Mereka menekankan pentingnya konsultasi berkelanjutan mengenai keamanan regional, stabilitas, dan perdamaian abadi. Raja Abdullah mengunjungi UEA bersama delegasi senior Yordania.

Para pemimpin meninjau kerja sama di sektor ekonomi , perdagangan, dan pembangunan di bawah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif UEA-Yordania. Sheikh Mohamed dan Raja Abdullah menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat hubungan di berbagai bidang yang mendukung prioritas pembangunan nasional. Mereka juga membahas cara-cara untuk memperluas kerja sama sejalan dengan kepentingan bersama. Kedua negara mempertahankan hubungan politik dan ekonomi yang luas di samping konsultasi tingkat tinggi secara berkala. Pertemuan terakhir mereka menempatkan pembangunan bilateral dan koordinasi regional dalam agenda yang sama.
Raja Abdullah tiba di Abu Dhabi bersama Putra Mahkota Al Hussein bin Abdullah II dan Perdana Menteri Jafar Hassan. Sheikh Mohamed menyambut kedatangan raja Yordania tersebut. Para pejabat senior UEA juga menghadiri pembicaraan tersebut, termasuk Wakil Presiden Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan juga hadir. Kehadiran para pejabat senior mencerminkan beragam isu bilateral yang dibahas selama kunjungan tersebut.
Kemitraan ekonomi memperluas kerja sama UEA-Yordania
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEP) menyediakan kerangka kerja utama untuk kerja sama ekonomi yang lebih dalam antara UEA dan Yordania. Kedua negara menandatangani perjanjian tersebut pada 6 Oktober 2024, dan mulai berlaku pada 15 Mei 2025. Ini menjadi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif pertama UEA dengan negara Arab. Perjanjian tersebut mempertahankan liberalisasi perdagangan yang mencakup lebih dari 98% lini tarif. Perjanjian ini juga mencakup jasa, investasi, perdagangan digital, kerja sama bea cukai, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah.
Perjanjian tersebut juga memberikan perlakuan istimewa untuk barang-barang yang memenuhi aturan asal dan persyaratan teknis yang berlaku. Perjanjian ini mencakup lebih dari 99,5% nilai barang-barang UEA yang diekspor ke Yordania. Kerangka kerja ini mencakup mekanisme yang dirancang untuk memfasilitasi prosedur bea cukai dan memperkuat kerja sama investasi. Perjanjian ini juga membentuk komite dan titik fokus yang ditunjuk untuk mengawasi implementasinya. Sheikh Mohamed dan Raja Abdullah menyoroti kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pembangunan sebagai bidang utama untuk lebih memperkuat hubungan UEA-Yordania.
Keamanan dan stabilitas regional tetap menjadi fokus utama.
Perkembangan regional menjadi bagian penting lainnya dari pembicaraan di Abu Dhabi. Sheikh Mohamed dan Raja Abdullah bertukar pandangan tentang isu-isu yang memengaruhi Timur Tengah dan stabilitas regional yang lebih luas. Kedua pemimpin menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara UEA dan Yordania. Mereka mengaitkan koordinasi tersebut dengan upaya yang bertujuan untuk memperkuat keamanan dan stabilitas di seluruh kawasan. Para pemimpin juga menegaskan kembali dukungan untuk upaya yang mencari perdamaian abadi, sambil tetap memfokuskan diskusi mereka pada masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama di kawasan tersebut.
Raja Abdullah meninggalkan UEA pada Minggu sore setelah pembicaraan tersebut. Sheikh Mohamed hadir untuk mengucapkan selamat tinggal kepada raja Yordania, bersama dengan para pejabat senior UEA. Kunjungan tersebut melanjutkan pola keterlibatan rutin antara kedua pemimpin dalam masalah bilateral dan regional. Pertemuan mereka di Abu Dhabi menggabungkan kerja sama ekonomi berdasarkan perjanjian kemitraan dengan konsultasi tentang perkembangan di Timur Tengah. Diskusi tersebut menegaskan kembali komitmen UEA dan Yordania untuk mempertahankan koordinasi bilateral yang erat di berbagai bidang ekonomi, pembangunan, dan regional.
Artikel berjudul "Para pemimpin UEA dan Yordania meninjau hubungan dan isu-isu regional" pertama kali muncul di Arabian Observer: Amati lebih lanjut. Pahami Arab Saudi.
