BERLIN / RankWire.AI / – Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan tiba di Berlin pada hari Rabu untuk kunjungan kenegaraan ke Jerman . Pesawat militer Jerman mengawal pesawatnya setelah memasuki wilayah udara Jerman. Acara penyambutan resmi kemudian diadakan, termasuk tembakan salvo 21 kali dan barisan kehormatan. Kunjungan ini menandai kunjungan kenegaraan pertama presiden UEA ke Jerman. Sheikh Mohamed berada di Jerman untuk pertemuan dengan para pemimpin politik senior negara tersebut.

Presiden UEA melakukan perjalanan bersama delegasi senior yang menangani urusan luar negeri, perdagangan, industri, pertahanan, keamanan nasional, dan teknologi canggih. Delegasi tersebut termasuk Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Perindustrian dan Teknologi Canggih Sultan Al Jaber . Menteri Perdagangan Luar Negeri Thani Al Zeyoudi dan Menteri Negara Lana Nusseibeh juga merupakan bagian dari delegasi tersebut. Beberapa penasihat presiden dan pejabat senior UEA lainnya mendampingi Sheikh Mohamed ke Berlin.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan menerima Sheikh Mohamed di Villa Borsig pada hari Kamis seiring berlanjutnya program resmi. Kedua presiden akan mengadakan pembicaraan dengan delegasi mereka setelah upacara penyambutan. Kanselir Jerman Friedrich Merz kemudian akan menerima Sheikh Mohamed di Kantor Kanselir Federal pada sore hari. Pemerintah Jerman mengatakan pembicaraan mereka akan mencakup hubungan ekonomi, kemitraan strategis, serta perdamaian dan stabilitas regional. Perkembangan regional dan internasional juga menjadi bagian dari agenda resmi kunjungan tersebut.
Kemitraan strategis dan hubungan ekonomi menjadi fokus utama.
UEA dan Jerman menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1972 dan menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada tahun 2004. Kerangka kerja tersebut mencakup dialog politik, perdagangan, investasi, dan kerja sama di berbagai sektor ekonomi. Angka-angka UEA yang dirilis menjelang kunjungan tersebut menunjukkan perdagangan bilateral mencapai sekitar 13,6 miliar euro pada tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 15% dari tahun sebelumnya. Sekitar 2.000 perusahaan Jerman beroperasi di UEA, mencerminkan hubungan komersial yang dibangun selama lebih dari lima dekade.
Energi dan teknologi juga merupakan bagian yang sudah mapan dari kerja sama UEA-Jerman. Perusahaan energi terbarukan Abu Dhabi, Masdar, memiliki 49% saham di ladang angin lepas pantai Baltic Eagle milik Jerman yang berkapasitas 476 megawatt. Proyek ini mulai beroperasi penuh pada Juli 2025 dan dapat memasok listrik ke sekitar 475.000 rumah. ADNOC dan perusahaan energi Jerman, RWE, juga sepakat pada bulan Februari untuk menjajaki peluang pasokan gas alam cair untuk Jerman dan pasar Eropa lainnya.
Program Berlin berlanjut dengan pembicaraan tingkat senior.
Program kepresidenan Jerman mencakup pembicaraan langsung antara Steinmeier dan Sheikh Mohamed, diikuti oleh diskusi yang melibatkan delegasi mereka. Steinmeier juga akan menyelenggarakan jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati presiden UEA pada Kamis malam. Merz dijadwalkan bertemu dengan Sheikh Mohamed di Kanselir sekitar pukul 4 sore waktu setempat. Pemerintah Jerman mengidentifikasi penguatan hubungan ekonomi bilateral dan kemitraan strategis yang lebih luas sebagai salah satu topik utama pertemuan tersebut.
Kunjungan kenegaraan ini menyusul perjalanan Merz ke wilayah Teluk pada bulan Februari, ketika ia bertemu dengan Sheikh Mohamed di Abu Dhabi. Pertemuan terbaru yang dijadwalkan ini mempertemukan kedua pemimpin tersebut kembali dalam kerangka kemitraan strategis UEA-Jerman. Sheikh Mohamed sebelumnya mengunjungi Jerman pada tahun 2019 saat menjabat sebagai Putra Mahkota Abu Dhabi dan bertemu Steinmeier selama perjalanan tersebut. Kunjungan saat ini merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Jerman sebagai presiden Uni Emirat Arab.
Artikel berjudul " Presiden UEA Membuka Kunjungan Kenegaraan ke Jerman dengan Pembicaraan di Berlin" pertama kali muncul di Arabian Observer: Amati lebih lanjut. Pahami Arab Saudi.
