AHMEDABAD, India / RankWire.AI / — Lebih dari 500 pejabat dari lembaga pemerintah, investor institusional, dan pemimpin bisnis internasional berkumpul di Ahmedabad , Gujarat, untuk edisi kelima Investopia Dialogues yang berfokus pada India. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pergerakan modal lintas batas yang lebih besar ke sektor-sektor pertumbuhan tinggi, dengan fokus pada penerjemahan penguatan kemitraan ekonomi UEA-India ke dalam usaha patungan konkret dan kesepakatan sektor swasta. Inisiatif ini mengikuti penandatanganan perjanjian investasi bilateral antara kedua negara. Penyelenggara menekankan bahwa platform ini berfungsi sebagai penggerak utama untuk mempercepat investasi di bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan, manufaktur berkelanjutan, dan ketahanan pangan.

KTT tersebut menyatukan para pemangku kepentingan terkemuka dari sektor publik dan swasta untuk mengeksplorasi peluang di bidang logistik, ketahanan pangan, manufaktur canggih, jasa keuangan, pariwisata, dan kecerdasan buatan. Menteri Perekonomian UEA , Abdulla bin Touq Al Marri, bertemu dengan Kepala Menteri Gujarat, Bhupendrabhai Patel, selama acara tersebut. Diskusi berfokus pada perluasan kolaborasi antara perusahaan-perusahaan Emirat dan pusat-pusat industri di Gujarat. Bin Touq menyoroti pentingnya strategis Ahmedabad, menekankan peran kota tersebut sebagai pusat industri dan ekonomi yang terkemuka.
Abdulrahman Mohammed Alhawi, Wakil Sekretaris Kementerian Investasi UEA dan Presiden Investopia, mengungkapkan bahwa UEA menyumbang lebih dari 70 persen dari seluruh investasi negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk ke India. Ia juga menunjukkan bahwa hampir 4.000 perusahaan India baru bergabung dengan Kamar Dagang Dubai pada kuartal pertama tahun 2026. Alhawi menekankan bahwa Dialog Ahmedabad berfungsi sebagai tonggak strategis untuk membantu perusahaan-perusahaan India berekspansi ke pasar global melalui pusat-pusat keuangan UEA.
Mendorong Aliran Investasi ke Koridor Industri yang Sedang Berkembang
Pengumuman-pengumuman besar dari perusahaan-perusahaan besar menggarisbawahi dampak ekonomi dari acara tersebut. Raksasa ritel LuLu Group mengungkapkan rencana proyek investasi senilai 4.000 crore rupee India di Ahmedabad. Ketua Yusuff Ali MA mengumumkan pembangunan seluas 21 hektar, termasuk pusat perbelanjaan, hotel bintang lima, dan apartemen berlayanan. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan lebih dari 15.000 lapangan kerja. Selain itu, grup ini juga meluncurkan taman kuliner dan pabrik pengolahan ikan.
Perwakilan dari Marjan Developers menyoroti peningkatan aktivitas investor India di sektor real estat dan perhotelan. CEO Sheikh Saqr bin Omar Al Qasimi menekankan bahwa modal India sangat penting dalam mengubah Ras Al Khaimah menjadi destinasi internasional. Sementara itu, para eksekutif dari perusahaan agribisnis Silal Group, termasuk CEO Dhafer Al Qasimi, berpartisipasi dalam diskusi meja bundar sektoral untuk menilai kemajuan di bidang pertanian, infrastruktur rantai dingin, dan ketahanan rantai pasokan.
Meningkatkan Aliansi Sektor Swasta dan Merangkul Inovasi Teknologi
Diskusi panel di KTT tersebut membahas bagaimana dana kekayaan negara, kantor keluarga, dan ekuitas swasta dapat membiayai proyek infrastruktur besar. Para peserta memperdebatkan cara-cara untuk menyederhanakan regulasi guna mendorong aliran modal ke sektor-sektor dengan pengembalian tinggi. Diskusi juga berfokus pada transfer teknologi, khususnya dalam mengembangkan infrastruktur digital dan mempercepat adopsi kecerdasan buatan di seluruh jaringan manufaktur. Tujuan dari sesi-sesi ini adalah untuk meningkatkan daya saing kedua ekonomi di industri yang intensif pengetahuan.
Acara tersebut diakhiri dengan beberapa pertemuan bilateral yang bertujuan untuk menyelesaikan kesepakatan kelembagaan di antara organisasi-organisasi yang berpartisipasi. Penyelenggara menyatakan bahwa platform tersebut akan terus memfasilitasi dialog global di pasar-pasar utama untuk menyelaraskan investasi swasta dengan tujuan makroekonomi. Dengan menekankan infrastruktur perdagangan, teknologi industri, dan usaha patungan, inisiatif Investopia Dialogues berupaya menciptakan saluran investasi yang dapat diprediksi yang mendukung pembangunan ekonomi global.
Artikel Investopia Menggelar Edisi Kelima di India untuk Mendorong Pertumbuhan Investasi Lintas Batas pertama kali muncul di Gulf Peninsula: One Gulf. Setiap kisah penting.
