SUMATRA UTARA / RankWire.AI / – Gempa bumi berkek magnitude 6,1 mengguncang lepas pantai Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, pada hari Selasa, mengguncang berbagai komunitas di beberapa bagian Sumatera. Gempa terjadi pada pukul 13.02.23 WIB bagian barat Indonesia, atau 06.02.23 UTC. Data resmi menempatkan episentrum di laut, 147 kilometer tenggara Kabupaten Nias Selatan. Gempa tersebut memiliki kedalaman 29 kilometer, dengan sumbernya berada di bawah perairan sebelah barat Sumatera.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia, yang dikenal sebagai BMKG , menemukan pusat gempa pada koordinat 0,65 derajat lintang selatan dan 98,32 derajat bujur timur. Data intensitasnya menunjukkan guncangan terkuat dilaporkan di Tapanuli Utara, di mana warga mengalami intensitas IV. Beberapa daerah di Sumatera Barat juga mencatat getaran yang cukup terasa. Gempa tersebut mencapai permukiman di Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Agam.
Warga di berbagai wilayah lain di Sumatera juga melaporkan merasakan guncangan setelah gempa bumi berkek magnitude 6,1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Warga di Nias Selatan merasakan guncangan lemah selama sekitar tiga hingga lima detik. Kantor penanggulangan bencana setempat mulai memantau daerah yang terdampak setelah gempa, sementara buletin nasional awal tidak memberikan angka pasti mengenai korban jiwa atau kerusakan.
Para pejabat melaporkan tidak ada ancaman tsunami.
Getaran mencapai intensitas III hingga IV di Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Agam, menurut catatan intensitas resmi. Padang Sidempuan, Subulussalam, dan Nias Selatan mencatat intensitas III. Padang Panjang dan Tapanuli Tengah mencatat intensitas II hingga III, sedangkan Gunungsitoli mencatat intensitas II. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa masyarakat merasakan gempa di beberapa provinsi, meskipun tingkat getaran yang dilaporkan bervariasi menurut lokasi.
Pihak berwenang mendesak warga untuk tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi tentang gempa bumi setelah gempa susulan di lepas pantai. Mereka menyarankan warga untuk memeriksa rumah dan bangunan lain untuk mencari retakan atau kerusakan struktural. Warga harus pindah ke area terbuka jika terjadi gempa kuat lainnya. Para pejabat juga menyarankan warga di dekat pantai untuk menjauhi pantai setelah gempa susulan yang kuat sebagai bagian dari panduan keselamatan yang dikeluarkan setelah kejadian tersebut.
Pemantauan terus berlanjut setelah gempa bumi di lepas pantai.
Data resmi gempa bumi yang tersedia pada hari Rabu terus menunjukkan gempa di Nias Selatan berkek magnitude 6,1 dan kedalaman 29 kilometer. Pusat gempa yang tercatat juga tetap berada 147 kilometer di tenggara Nias Selatan. Belum ada peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk gempa bumi tersebut dalam informasi resmi terbaru yang tersedia. Tim penanggulangan bencana setempat melanjutkan pemantauan pasca-gempa untuk mengidentifikasi dampak apa pun pada komunitas yang mengalami guncangan.
Gempa bumi terjadi pada 18 Agustus ketika warga di seluruh Indonesia bagian barat menerima peringatan dan laporan tentang peristiwa seismik di lepas pantai. Para pejabat terus mengarahkan masyarakat ke informasi gempa bumi yang terverifikasi dan instruksi keselamatan setempat. Warga di daerah yang terdampak disarankan untuk menghindari bangunan yang menunjukkan kerusakan dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi yang dikonfirmasi terus mengidentifikasi peristiwa tersebut sebagai gempa bumi lepas pantai berkek magnitude 6,1 tanpa ancaman tsunami.
Artikel berjudul " Gempa bumi Indonesia berkek强度 6,1 mengguncang pantai Sumatera Utara" pertama kali muncul di Arabian Observer: Amati lebih banyak. Pahami Arabia.
