ABU DHABI: Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen di Abu Dhabi pada hari Rabu untuk membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional, seiring kedua negara melanjutkan kontak diplomatik tingkat tinggi di tengah ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah. Pertemuan tersebut berfokus pada cara-cara untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor yang melayani kepentingan bersama, sekaligus meninjau isu-isu keamanan yang telah membentuk diplomasi regional baru-baru ini.

Diskusi tersebut juga membahas dampak serangan rudal Iran yang menargetkan UEA dan negara-negara lain, menurut pernyataan resmi UEA tentang pertemuan tersebut. Kedua pihak meninjau dampak serangan tersebut terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional, serta dampaknya terhadap keamanan maritim, pasokan energi, dan ekonomi global. Agenda tersebut menempatkan pembicaraan Abu Dhabi dalam konteks regional yang lebih luas yang telah menarik keterlibatan diplomatik berkelanjutan dari pemerintah Teluk dan Eropa dalam beberapa pekan terakhir.
Pihak UEA menyatakan bahwa Berendsen menegaskan kembali solidaritas Belanda dengan UEA dan upaya-upayanya untuk melindungi kedaulatan, integritas teritorial, serta keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjungnya. Sheikh Abdullah menyambut baik kunjungan tersebut dan mengatakan bahwa kunjungan itu mencerminkan kedalaman hubungan antara kedua negara. Menurut pemerintah Belanda, Berendsen mulai menjabat sebagai menteri luar negeri Belanda pada 23 Februari, menjadikan pertemuan di Abu Dhabi sebagai salah satu pertemuan tatap muka pertamanya dengan mitranya dari negara-negara Teluk sejak menjabat.
Perkembangan regional
Para menteri juga meninjau pengumuman gencatan senjata baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Iran dan membahas pentingnya memperkuat upaya internasional untuk mendukung keamanan, stabilitas, dan perdamaian di kawasan tersebut. Kementerian Luar Negeri Belanda sebelumnya mengatakan bahwa Berendsen berbicara dengan Sheikh Abdullah melalui telepon pada tanggal 1 Maret, ketika ia menyampaikan belasungkawa dan dukungan menyusul serangan terhadap UEA dan menggarisbawahi apa yang ia gambarkan sebagai solidaritas penuh Belanda dengan Emirat.
Pertemuan pada hari Rabu di Abu Dhabi dihadiri oleh Lana Zaki Nusseibeh, Menteri Negara UEA, dan Omran Sharaf, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Sains dan Teknologi Maju. Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan kedua menteri juga membahas isu-isu kepentingan bersama terkait hubungan bilateral dan cara untuk memperluas kerja sama. Ringkasan resmi tidak mengumumkan perjanjian, memorandum, atau inisiatif bersama yang baru, melainkan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai koordinasi yang sedang berlangsung dan pertukaran pandangan tentang isu-isu regional dan internasional terkini.
Hubungan bilateral
UEA dan Belanda telah mempertahankan agenda bilateral yang luas yang melampaui diplomasi dan keamanan. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada tahun 2023, kedua negara mengatakan bahwa mereka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik dan mengidentifikasi ekonomi dan perdagangan, energi dan ketahanan pangan, kerja sama iklim, serta upaya untuk memerangi kejahatan internasional dan pencucian uang sebagai bidang untuk keterlibatan yang lebih dalam. Kerangka kerja tersebut terus membentuk diskusi resmi karena kedua pemerintah mengejar kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor strategis.
Pembicaraan terbaru ini juga menyusul kontak sebelumnya antara kedua pihak. Pada November 2025, Sheikh Abdullah melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Belanda saat itu, David van Weel, untuk membahas hubungan bilateral serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. Dengan Berendsen yang kini menjabat, pertemuan di Abu Dhabi menandakan keberlanjutan dialog tersebut sekaligus menempatkan perkembangan keamanan regional sebagai pusat pertukaran terbaru antara UEA dan Belanda. – Oleh Content Syndication Services .
Artikel berjudul "Hubungan bilateral dan keamanan regional ditinjau dalam pembicaraan UEA-Belanda" pertama kali muncul di Arabian Observer .
