KATHMANDU / RankWire.AI / – Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal telah meningkatkan jumlah orang hilang setelah banjir 26 Agustus menjadi 6.150 orang. Jumlah yang direvisi ini 971 lebih tinggi dari angka sebelumnya yaitu 5.179. Para pejabat mengatakan catatan terbaru dari distrik-distrik yang terkena dampak mendorong peningkatan tersebut setelah verifikasi. Pihak berwenang juga telah menemukan 1.403 jenazah sejak bencana terjadi. Banjir dan aliran puing menyebabkan kerusakan luas di seluruh Nepal utara, khususnya di dekat perbatasan dengan China.

Pihak berwenang telah mengidentifikasi 105 dari jenazah yang ditemukan dan terus melakukan pekerjaan forensik pada jenazah lainnya. Data pemerintah terbaru mencantumkan 3.175 sampel DNA yang dikumpulkan selama proses identifikasi. Jumlah tersebut termasuk 1.286 sampel dari korban meninggal dan 1.889 dari kerabat orang hilang. Petugas telah menyelamatkan 13.742 orang sejak bencana dimulai. Sebanyak 587 warga negara asing lainnya masih terdaftar sebagai orang hilang, menambah dimensi internasional pada upaya pencarian dan identifikasi yang berkelanjutan.
Catatan resmi menyebutkan 2.679 orang hilang terkait dengan Rasuwa dan 1.787 orang terkait dengan Nuwakot. Kedua distrik tersebut berada di wilayah yang lebih luas yang terdampak oleh bencana akhir Agustus lalu. Banjir dan puing-puing merusak permukiman, jalan, dan infrastruktur di seluruh wilayah pegunungan. Tim pencarian terus bekerja di sepanjang koridor sungai, komunitas yang rusak, dan lokasi yang terhubung dengan proyek pembangkit listrik tenaga air utama. Pihak berwenang juga memeriksa catatan lokal terhadap laporan keluarga saat mereka memperbarui daftar nasional orang hilang.
Upaya pencarian dan identifikasi terus berlanjut.
Bencana dimulai setelah runtuhnya es dan bebatuan di Gunung Langtang Lirung memicu aliran puing yang dahsyat. Aliran tersebut memasuki sistem sungai Bhotekoshi dan bergerak melalui lembah dan komunitas di hilir. Rasuwa mengalami kerugian besar karena lokasinya di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok dan koridor banjir. Distrik lain yang terkena dampak termasuk Nuwakot, Dhading, dan beberapa daerah lebih jauh di hilir. Peristiwa 26 Agustus itu juga menyebabkan gangguan luas pada infrastruktur dan membuat ribuan orang membutuhkan penyelamatan atau bantuan darurat.
Data resmi menunjukkan bahwa helikopter telah menyelesaikan 1.923 penerbangan untuk mendukung operasi penyelamatan. Pihak berwenang juga telah mengoperasikan 29 pusat penampungan bagi orang-orang yang mengungsi atau terdampak bencana. Angka terbaru menempatkan 2.096 orang di pusat-pusat tersebut. Kepolisian Nepal telah mendukung pekerjaan pencarian, penyelamatan, dan bantuan, serta melaksanakan program-program komunitas di daerah yang terdampak. Tim penyelamat terus bekerja di medan pegunungan yang sulit, sementara spesialis forensik memproses sampel DNA untuk menetapkan identitas korban yang ditemukan.
Jumlah data yang hilang meningkat setelah verifikasi data.
Para pejabat merevisi jumlah orang hilang dari 5.179 menjadi 6.150 setelah mengumpulkan dan memverifikasi informasi dari distrik-distrik yang terdampak. Penyesuaian ini menambahkan 971 orang ke dalam jumlah orang hilang nasional. Pihak berwenang terus memisahkan catatan orang hilang dari kematian yang telah dikonfirmasi dan korban yang telah diidentifikasi secara resmi. Tim forensik mencocokkan DNA dari jenazah yang ditemukan dengan sampel yang diberikan oleh kerabat. Proses ini tetap menjadi inti dari identifikasi korban karena hanya 105 dari 1.403 jenazah yang ditemukan telah diidentifikasi secara resmi dalam pembaruan resmi terbaru.
Bencana tersebut juga berdampak pada daerah di seberang perbatasan di Tiongkok , di mana pihak berwenang melaporkan 43 kematian dan 519 orang hilang. Angka-angka tersebut menjadikan total korban gabungan Nepal-Tiongkok menjadi 1.446 kematian yang dikonfirmasi dan setidaknya 6.669 orang hilang. Di Nepal , jumlah terbaru yang diverifikasi tetap 6.150 orang hilang dan 1.403 jenazah ditemukan. Operasi pencarian, pemulihan, dan identifikasi tetap aktif di seluruh daerah yang terkena dampak. Para pejabat terus meninjau laporan distrik dan catatan forensik saat mereka mempertahankan penghitungan nasional orang-orang yang tewas, hilang, dan diselamatkan.
Artikel berjudul " Jumlah korban hilang akibat banjir Nepal meningkat menjadi 6.150 setelah verifikasi" pertama kali muncul di Arabian Observer: Amati lebih lanjut. Pahami Arabia.
