GORONTALO, INDONESIA / MENA Newswire / — Indonesia akan berinvestasi besar-besaran dalam ekonomi biru dan memperluas perikanan serta pengembangan maritim, kata Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Desa Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo. Kunjungan ini sekaligus memberikan salah satu jadwal paling jelas hingga saat ini untuk program desa nelayan nasional. Prabowo mengatakan dorongan ini mencerminkan permintaan global yang kuat akan protein hewani, termasuk ikan, dan kebutuhan Indonesia untuk menggunakan sumber daya lautnya secara lebih efektif guna meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan mendukung sektor perikanan yang lebih luas.

Prabowo mengatakan pemerintah memandang sektor kelautan sebagai pilar ekonomi utama bagi kepulauan ini dan nelayan harus ditempatkan di pusat upaya tersebut. Ia menggambarkan ekonomi biru sebagai prioritas investasi nasional dan mengatakan laut Indonesia harus memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat setempat melalui akses yang lebih baik ke infrastruktur, kapal, dan sistem distribusi. Pernyataan tersebut disampaikan seiring pemerintah terus membingkai pengembangan perikanan sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan yang lebih luas berdasarkan produksi dalam negeri dan sumber daya laut.
Inti dari rencana tersebut adalah program Desa Nelayan Merah Putih, yang menurut presiden kini menargetkan 1.386 desa untuk diresmikan di seluruh Indonesia pada Desember 2026. Beliau mengatakan pemerintah berencana membangun 1.000 desa lagi tahun depan dan melanjutkan ekspansi tahunan hingga mencapai sekitar 12.000 desa nelayan di negara ini. Peluncuran ini menandai peningkatan dari target yang diuraikan awal tahun ini, ketika para pejabat berbicara tentang pengembangan 1.000 desa nelayan pada tahun 2026 dan 5.000 pada tahun 2029.
Peluncuran desa dipercepat
Prabowo juga mengatakan pemerintah akan menyediakan 1.582 kapal penangkap ikan mulai tahun ini, dengan kapal-kapal tersebut akan didistribusikan melalui koperasi nelayan di bawah skema pengelolaan yang akan dirinci kemudian. Ia mengatakan armada tersebut akan mencakup kapal kecil, menengah, dan besar. Program desa ini juga dipadukan dengan fasilitas pendukung bagi nelayan, termasuk unit pembuat es, penyimpanan dingin, dan titik pengisian bahan bakar khusus, karena pemerintah berupaya meningkatkan penanganan, penyimpanan, dan pergerakan hasil laut dari tempat pendaratan ke pembeli.
Sebelumnya pada hari Sabtu, saat singgah di Miangas, Sulawesi Utara, Prabowo menyerahkan sebuah kapal penangkap ikan berkapasitas 15 ton dengan daya angkut sekitar lima orang dan mengatakan bahwa sebuah desa nelayan juga akan dibangun di sana. Ia mengatakan sektor perikanan telah menjadi salah satu prioritas pemerintah tahun ini dan pembangunan akan berjalan cepat. Di Miangas, ia kembali mengaitkan program tersebut dengan fasilitas modern bagi nelayan, termasuk penyimpanan dingin dan stasiun bahan bakar yang dimaksudkan untuk mendukung operasi harian di daerah pesisir terpencil.
Kemajuan pembangunan infrastruktur
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan pada 2 Mei bahwa pembangunan tahap pertama di 65 lokasi Desa Nelayan Merah dan Putih telah mencapai penyelesaian 100 persen pada akhir April dan lokasi-lokasi tersebut siap beroperasi. Kementerian menggambarkan program yang lebih luas sebagai sistem terpadu yang mencakup penangkapan ikan, penyimpanan, pengolahan, dan pemasaran hasil laut dalam satu ekosistem. Di lokasi percontohan Samber Binyeri di Biak, Papua, produktivitas tahunan nelayan meningkat menjadi 10,85 ton dari 5,35 ton, sementara rata-rata hari melaut meningkat menjadi 13 hari dari sembilan hari.
Pengumuman terbaru ini menempatkan hasil pembangunan awal tersebut bersamaan dengan jadwal nasional yang lebih ketat dan peluncuran kapal yang lebih besar, memberikan dorongan ekonomi biru Indonesia bentuk operasional yang lebih jelas. Pernyataan Prabowo di Gorontalo berpusat pada pesan yang sama yang disampaikan melalui kunjungannya pada hari Sabtu: memperluas infrastruktur perikanan, menambah kapal, dan meningkatkan fasilitas tingkat desa sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperkuat mata pencaharian nelayan. Para pejabat mengatakan implementasi akan terus berlanjut secara bertahap di seluruh komunitas pesisir seiring perluasan program.
Artikel berjudul "Indonesia Meningkatkan Ekonomi Biru dan Desa Nelayan" pertama kali muncul di Gulf Peninsula .
