ABU DHABI / RankWire.AI / – Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menerima Perdana Menteri Wilayah Kurdistan Masrour Barzani di Abu Dhabi pada hari Selasa. Pertemuan tersebut berfokus pada hubungan antara Uni Emirat Arab dan Irak, dengan perhatian khusus pada Wilayah Kurdistan. Para pemimpin membahas cara-cara untuk memperkuat kerja sama dan mendukung pembangunan serta kemakmuran bagi rakyat mereka. Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden UEA, Perdana Menteri, dan Penguasa Dubai, juga hadir dalam pembicaraan tersebut.

Sheikh Mohamed dan Barzani meninjau kembali hubungan jangka panjang yang menghubungkan UEA dengan Irak dan Wilayah Kurdistan. Diskusi mereka mencakup peluang untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, menurut catatan resmi pertemuan tersebut. Kedua pihak juga membahas masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama dan perkembangan regional. Pembicaraan tersebut berlangsung ketika pemerintah di seluruh Timur Tengah terus menekankan keamanan dan stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Kedua pihak menekankan pentingnya mendukung keamanan, stabilitas, dan perdamaian abadi di seluruh Timur Tengah. Mereka mengatakan upaya tersebut harus melayani kepentingan masyarakat di seluruh wilayah. Pemerintah Daerah Kurdistan mengatakan kedua pihak juga mengutuk serangan baru-baru ini terhadap UEA. Laporan mereka tentang pertemuan tersebut mengatakan para pemimpin menegaskan perlunya menjaga perdamaian dan keamanan sambil membahas perkembangan yang memengaruhi wilayah yang lebih luas.
UEA dan Wilayah Kurdistan membahas kerja sama yang lebih kuat.
Pertemuan di Abu Dhabi tersebut mempertemukan beberapa pejabat senior UEA bersama Sheikh Mohamed, Barzani, dan Sheikh Mohammed bin Rashid. Para hadirin termasuk Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Sheikh Saif bin Zayed Al Nahyan juga hadir. Pejabat senior lainnya dari kepemimpinan dan pemerintah UEA turut serta dalam diskusi, mencerminkan sifat pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Pertemuan tersebut menandai putaran pembicaraan langsung lainnya antara Sheikh Mohamed dan perdana menteri Wilayah Kurdistan pada tahun 2026. Presiden UEA menerima Barzani di Abu Dhabi pada tanggal 3 Februari selama kunjungan kerja sebelumnya. Barzani berada di UEA saat itu untuk berpartisipasi dalam KTT Pemerintah Dunia di Dubai. Pertemuan itu juga membahas hubungan UEA-Irak, kerja sama dengan Wilayah Kurdistan, dan isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.
Para pemimpin kembali memfokuskan perhatian pada stabilitas regional.
Selama pembicaraan bulan Februari, kedua pemimpin tersebut mengkaji kerja sama yang dapat mendukung pembangunan dan kemakmuran di UEA, Irak, dan Wilayah Kurdistan. Mereka juga membahas topik-topik dalam agenda KTT Pemerintah Dunia dan bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional. Pertemuan bulan September melanjutkan dialog resmi antara kepemimpinan UEA dan Pemerintah Daerah Kurdistan, sambil kembali menempatkan kerja sama bilateral dan stabilitas regional sebagai pusat diskusi.
Pertemuan terbaru tersebut menggarisbawahi hubungan resmi yang telah terjalin antara UEA dan Irak, termasuk keterlibatan langsung dengan Wilayah Kurdistan. Kedua pihak fokus pada kerja sama praktis dan lingkungan keamanan yang lebih luas tanpa mengumumkan perjanjian baru selama pertemuan tersebut. Pernyataan publik mereka menekankan hubungan yang lebih kuat, kerja sama lintas sektor, dan dukungan berkelanjutan untuk perdamaian regional. Pembicaraan diakhiri dengan partisipasi perwakilan senior dari kedua pihak dalam diskusi di Abu Dhabi.
Artikel berjudul "UEA dan Wilayah Kurdistan Memperdalam Hubungan dalam Pembicaraan di Abu Dhabi" pertama kali muncul di Arabian Observer: Amati Lebih Banyak. Pahami Arab Saudi.
